.

Rabu, 04 Maret 2015

5 Cara Mendapatkan Kopi Yang Segar

Secangkir kopi yang sempurna tidak serta merta tercipta begitu saja. Secangkir kopi sempurna didasari oleh banyak aspek. Beberapa aspek terkadang memang tidak terlalu berpengaruh terhadap rasa kopi, tapi beberapa aspek lainnya memberi peranan besar terhadap hasil akhir.Salah satu aspek penting yang mempengaruhi kenikmatan kopi adalah kopi yang berkualitas.

Kopi yang berkualitas, tidak sepenuhnya didasarkan pada harga maupun jenis kopi. Ada faktor lain yang juga turut andil dalam meningkatkan kualitas kopi tersebut. Salah satunya adalah Kesegaran. Ya, kesegaran biji kopi memberi pengaruh besar terhadap kopi yang anda minum nantinya. Untuk mendapatkan kopi yang segar, anda bisa melihat 5 cara mendapatkan kopi yang segar dibawh ini.


1. Membeli Biji Kopi Dalam Bentuk Roasted Bean
5 cara mendapatkan kopi yang segar
Ada 3 jenis bentuk kopi yang bisa anda beli di pasaran. Namun bentuk kopi yang paling umum di jual adalah kopi dalam bentuk Roasted Bean (Biji Matang) dan Ground Cofffee (Bubuk). Untuk membuat kesegaran kopi terjaga lebih lama, sebaiknya anda membeli kopi dalam bentuk Roasted Bean. Bila disimpan dengan benar, kesegaran kopi yang masih berbentuk roasted bean akan mampu bertahan hingga 4-6 bulan, sedangkan kopi yang sudah berbentuk bubuk hanya mampu mempertahankan kesegarannya tak lebih dari 8 minggu saja.

2. Menyesuaikan Pembelian Dengan Konsumsi
5 cara mendapatkan kopi yang segar
Sesuaikan pembelian kopi dengan konsumsi anda, jangan sampai anda membeli kopi melebihi batas konsumsi, karena kesegaran kopi akan berkurang bila terlalu lama disimpan. Saya biasa menikmati 3 gelas kopi dalam sehari, jika setiap gelas membutuhkan 10 gr kopi, artinya dalam satu bulan sy mampu menghabiskan 900 gr kopi. Namun itu hanya contoh yang saya ambil dari pola minum kopi yang saya miliki. Anda dapat menyesuaikan dengan gaya anda karena kita memiliki jumlah konsumsi yang berbeda satu sama lainnya.

3. Memilih Supplier Kopi Yang Tepat
5 cara mendapatkan kopi yang segar
Ada beberapa kriteria supplier kopi yang bisa dikatakan tepat. Salah satu kriteria tersebut adalah supplier yang benar-benar memperhatikan kesegaran kopi. Ada 2 cara yang bisa anda lakukan untuk mengetahui mana supplier yang memperhatikan kesegaran kopi. Pertama, supplier meroasting kopi sesaat setelah kopi di pesan untuk mendapatkan kopi yang benar-benar segar. Kedua, supplier menjual produk dalam kemasan yang bagus guna menjaga kesegaran kopi. Namun cara pertama agak sulit kita ketahui, terlebih jika kita membelinya secara online.

4. Menggiling Bij Kopi Pada Waktu Yang Tepat
5 cara mendapatkan kopi yang segar
Kopi sangat rentan terhadap udara. Untuk menjaga kopi dari serangan udara, biarkan kopi tetap dalam bentuk roasted bean hingga tiba waktunya biji kopi digiling. Faktor penting yang ke-4 ini hanya bisa anda terapkan apabila anda menerapkan faktor penting yang ke-1. Dan untuk menerapkan faktor ke-1 dan ke-4, anda perlu memiliki sebuah grinder. Pelajari lebih dalam tentang grinder di tulisan saya yang sebelumnya (Jenis-Jenis Grinder Kopi).

5. Memperhatikan Cara Penyimpanan Kopi
5 cara mendapatkan kopi yang segar
Tak hanya rentan terhadap udara, kopi juga memiliki sifat menyerap bau. Hal ini tentu saja merusak kesegaran dan cita rasa kopi tersebut. Untuk itu anda harus memperhatikan cara penyimpanan kopi yang benar. Kriteria tempat penyimpanan kopi yang ideal adalah Sejuk, Kering, Jauh dari paparan cahaya matahari dan jauh dari zat yang berbau tajam. Untuk mengetahui secara detail tentang cara menyimpan kopi yang benar, silahkan baca Cara Menyimpan Kopi Yang Benar.

Nah itulah 5 cara mendapatkan kopi yang segar. Sebaiknya anda perhatikan betul aspek ini karena kesegaran adalah perkara penting dalam dunia perkopian. Memberi perhatian lebih pada kesegaran kopi adalah langkah yang tepat untuk memulai hari dengan kopi yang nikmat. Jadi ini juga salah satu wujud kecintaan anda terhadap kopi. Sekian dari saya, semoga membantu. Salam Kopi !

Kopi Aging, Kopi Tua Yang Sensasional

Aging Coffee atau Kopi Aging adalah kopi yang dihasilkan dari proses penyimpanan dalam jangka waktu yang lama. Proses penyimpanan tersebut bertujuan untuk mengurangi bahkan menghilangkan senyawa kimia yang terkandung pada kopi. Menurut sejarahnya, tercipta ketika kopi pertama kali datang ke Eropa pada tahun 1500-an. Pada saat itu, kopi yang masuk Eropa berasal dari daerah penghasil kopi seperti Semenanjung Arab dan Timur Jauh. Perjalanan yang panjang yang melewati laut telah membuat waktu dan udara laut merubah rasa kopi sehingga  yang diminum oleh orang-orang eropa pada saat itu adalah kopi yang sudah tidak segar lagi. Pada tahun 1869, Terusan Suez secara resmi di buka. Hal itu menyebabkan perjalanan laut menuju eropa menjadi lebih singkat. Namun di luar dugaan ternyata penikmat kopi di eropa menolak kopi yang di bawa melalui jalur cepat. Akhirnya beberapa penyuplai kopi sengaja mendiamkan kopi dalam jumlah yang besar selama 6 bulan bahkan lebih di gudang-gudang kopi dekat pelabuhan.

Seiring waktu, anggapan kopi aging lebih nikmat ketimbang kopi yang masih segar pun mulai memudar, dan dengan perlahan penikmat kopi dari eropa mulai menyukai kopi segar daripada kopi aging. Tren kopi aging sempat di anggap lenyap hingga beberapa tahun terakhir tren tersebut kembali populer di Eropa, Amerika, Taiwan termasuk Indonesia.
Kopi Aroma, salah satu pelaku bisnis yang menjual Kopi Aging  Photo By : Tony Wahid
Kopi Aroma, salah satu pelaku bisnis yang menjual Kopi Aging
Photo By : Tony Wahid
Namun kebangkitan kopi aging kian menuai perdebatan. Beberapa kalangan mengatakan bahwa kopi yang melewati proses penyimpanan tersebut akan membuat kesegaran kopi hilang sehingga mengurangi citarasa pada kopi. Sebagian kalangan lain menyebut kopi aging akan tetap nikmat apabila proses penyimpanan dilakukan dengan cara yang tepat. Lantas bagaimana cara penyimpanan yang tepat untuk mendapatkan kopi aging yang baik ? Di himpun dari berbagai sumber, saya mendapatkan fakta bahwa melakukan penyimpanan kopi untuk mendapatkan kopi aging tidaklah mudah, berikut sekilas tentang cara pengolahan untuk mendapatkan kopi aging :
  • Kopi yang di simpan adalah kopi yang masih berbentuk green bean.
  • Untuk jenis Arabika, kopi akan disimpan selama 5 tahun sedangkan untuk jenis Robusta, kopi akan disimpan selama 8 tahun.
  • Dalam jangka waktu tertentu, kopi yang disimpan akan kembali dikeluarkan dan di aduk di dalam sebuah mesin guna menghilangkan jamur dan menjaga agar kopi tetap kering. Untuk jangka waktu, tiap perusahaan berbeda-beda biasanya antara 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali.
  • Kopi yang telah melewati proses penyimpanan akan di roasting.
Nah itulah beberapa tahapan yang dilakuan untuk mendapatkan kopi aging yang baik. Namun itu hanya tahap yang di lakukan secara umum saja, biasanya tiap perusahaan memiliki trik-trik yang berbeda satu sama lain dan tentu saja itu adalah sesuatu yang mereka rahasiakan. Oh ya, anda perlu berhati-hati sebab untuk mendapatkan kopi aging, beberapa perusahaan tidak menyimpan green bean yang masih segar melainkan green bean miliki mereka yang sudah basi. Jadi waspadalah, waspadalah waspadalah !!

Proses Pengolahan Kopi Gayo

Kopi Gayo adalah kopi jenis Arabika yang dihasilkan dari perkebunan kopi yang terletak di dataran tinggi Gayo di Aceh. Dataran tinggi gayo merupakan rangkaian dari bukit barisan yang membentang dari ujung Provinsi Aceh hingga ke ujung selatan Provinsi Lampung. Secara administratif dataran tinggi gayo masuk kedalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Leues.

Sebagian besar kopi gayo berasal dari jenis Arabika. Dan jenis Arabika yang ditanam di dataran tinggi gayo berasal dari ragam varietas. Diantara banyaknya varietas arabika yang dikembangkan, varietas yang paling banyak ditanam adalah varietas Hibrido de Timor atau yang lebih dikenal dengan nama varietas “Tim Tim”, varietas yang terjadi akibat perkawinan silang antara kopi jenis Arabika dan Robusta yang terjadi secara ilmiah. 

Kopi gayo yang masih berbentuk ceri
Kopi gayo yang masih berbentuk buah ceri
Varietas Tim Tim pertama kali mengalami masa panen di tempat asalnya yaitu Timor Timur pada tahun 1978. Karena kualitas nya yang bagus, kemudian varietas ini coba di tanam di daerah lain seperti Aceh dan Flores pada tahun 1980. Sekarang varietas Tim Tim juga telah dikenal dengan sebutan lain yaitu Varietas Churia. Varietas ini memiliki ciri utama yaitu memiliki ukuran biji yang besar. Kemudian masa panen varietas ini terjadi antara bulan februari hingga bulan april. Setiap batang tanaman kopi varietas ini mampu menampung 10-15 rangkaian bunga kecil yang akan menjadi buah kopi matang yang disebut ceri.

Pada masa panen, tidak semua biji bisa di petik. Ceri yang bisa di petik adalah ceri yang telah matang dengan ciri-ciri berwarna merah. Sedangkan ceri yang belum bisa di petik adalah ceri yang belum matang yang masih berwarna hijau. Selain itu, ceri yang berwarna kecoklatan atau hitam juga tidak bisa di petik karena ceri tersebut telah tua  dan tidak lagi memiliki aroma.

Setelah kopi di panen, para petani akan menjual kopi dalam bentuk ceri. Awalnya petani gayo mengolah sendiri biji kopi hasil kebunnya dan menjual langsung kepasar atau pada tengkulak-tengkulak yang sering mempermainkan harga. Namun sejak awal tahun 2000 peranan kelompok tani dan koperasi daerah mulai di berdayakan. Sekarang, para petani dapat bernafas lega karena ada tauke atau pengepul biji kopi yang akan datang kerumah-rumah para petani untuk mengumpulkan kopi yang masih berupa ceri tersebut. Selain itu, untuk menentukan harga kopi, para petani dan pihak-pihak yang terkait dalam jual beli kopi menjadikan harga kopi dunia sebagai patohkan sehingga tidak ada lagi sistem yang dapat merugikan para petani seperti yang dilakukan oleh banyak tengkulak dulunya.

Nah untuk mekanisme jual beli kopi di daerah gayo, para tauke yang sebelumnya di pilih oleh para petani akan menyambangi rumah-rumah para petani. Dalam masa panen, biasanya tauke akan datang 2-3 kali dalam seminggu. Sistem jual beli dilakukan berdasarkan volume ukuran bambu dan kaleng. Untuk volume satu bambu, kurang lebih sama dengan 2 liter sedangkan 1 kaleng sama dengan 20 liter.

Sebelum tauke menjual ke koperasi, kopi yang masih berbentuk ceri tadi terlebih dahulu harus di olah menjadi biji kopi gabah.  Caranya, para pengepul akan mengupas kulit ceri dengan menggunakan Mesin Pulper. Setelah itu, ceri yang telah terkelupas kulitnya akan di masukan ke dalam karung kemudian dilakukan proses fermentasi. Setelah melewati proses fermentasi, biji kopi akan dicuci kemudian di jemur di bawah sinar matahari. Nah setelah di jemur barulah biji kopi bisa di katakan sebagai biji kopi gabah dan siap di jual ke koperasi.

Kopi Gayo yang masih berbentuk Gabah
Biji kopi gayo yang masih berbentuk Gabah
Sesampainya di koperasi, pihak koperasi akan kembali menjemur gabah dibawah terik matahari untuk lebih menghilangkan kandungan air pada biji. Setelah di jemur gabah kopi akan di masukkan ke mesin Sortasi, sebuah mesin yang berfungsi untuk memisahkan biji kopi berdasarkan klasifikasi ukuran biji. Setelah di pisah menurut ukuran,  biji akan dimasukan kedalam mesin Conveyor. Disini biji-biji tersembut kembali diklasifikasikan, namun pengklasifikasian kali ini bertujuan untuk memisahkan biji kopi berkualitas baik dan dan yang buruk. Untuk tahap ini, dibutuhkan tenaga manusia karena belum ada mesin yang dapat membedakan mana biji yang memiliki kualitas baik dan mana yang tidak.
Bentuk biji kopi yang telah berbentuk Green Bean
Biji kopi gayo yang telah berbentuk Green Bean
Nah setelah melewati tahap ini biji kopi baru boleh disebut Green Bean. Dalam bentuk green bean, kopi gayo siap di jual ke dalam negeri maupun luar negeri. Penjualan biji kopi dalam bentuk green bean dilakukan karena setiap pembeli memiliki standar yang berbeda dalam proses Roasting. Selain itu biji kopi akan tetap segar hingga 1 tahun apabila biji kopi disimpan dengan cara yang tepat.

Nah itulah proses pengolahan kopi gayo mulai dari masa panen hingga proses pemasaran. Oh iya, sebelum di jual di pasaran, ada sebuah tahap lagi yg harus dilakukan oleh koperasi-koperasi tersebut. Sample biji kopi yang telah berbentuk green bean akan di bawah ke Cupping Lab atau tempat uji cita rasa. Pengujian ini berguna untuk mengetahui karakter dan rasa kopi. Dengan mengetahui karakter dan rasa, koperasi akan bisa menentukan berapa harga yang tepat kopi tersebut di jual di pasaran.


Nah, itulah sedikit informasi mengenai Proses Pengolahan Kopi Gayo di Aceh. Semoga dengan mengintip proses pengolahan kopi gayo dapat menambah wawasan anda dalam dunia kopi. Terima Kasih. Salam Kopi !

Kopi Liberika Dari Tanah Jambi

Jambi adalah sebuah provinsi yang terletak di pulau Sumatera Bagian Selatan. Sama seperti provinsi lainnya yang berada di sumatera, jambi juga merupakan salah satu daerah penghasil kopi. Namun uniknya, kopi yang dihasilkan di tanah Jambi tidak hanya dari jenis Arabica dan Robusta, tapi juga berasal dari jenis Liberika. Salah satu Jenis kopi langka yang memiliki aroma dan citarasa yang unik.

Kopi Liberika adalah kopi yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dibawa oleh Belanda dari Afrika dan ditanam di Indonesia untuk menggantikan kopi jenis Arabica yang rentan terhadap serangan hama. Kopi ini juga dikenal dengan nama “Kopi Nangka” karena aroma kopi ini mirip dengan aroma buah nangka. Untuk kualitas, Kopi Liberika adalah jenis kopi yang terbaik bila di bandingkan jenis kopi lainnya. Bahkan kualitas kopi liberika mengalahkan kualitas kopi Arabika. Hanya saja kopi jenis liberika tidak sepopuler kopi arabika karena harganya yang sedikit lebih mahal dan produksinya yang terbatas. Untuk harga, Liberika dalam bentuk Green Bean di jual dengan harga Rp 35.000/kg, sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan kopi arabika yang umumnya dijual dengan harga rP 24.000-Rp 28.000/kg.
Liberika Tungkal Komposit
Beberapa model kemasan dari brand Liberika Tungkal Komposit
Di akhir tahun 2013, Pemerintah Jambi mengumumkan bahwa produksi kopi Liberika sepanjang tahun 2013 berhasil mencapai angka produksi sebesar 270 ton. Dengan hasil tersebut, Provinsi jambi menempatkan namanya sebagai daerah penghasil kopi Liberika terbesar di Indonesia. Sebagai pecinta kopi sekaligus putra daerah Jambi, saya memberi apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintah Jambi sebab prestasi gemilang tersebut tidak lepas dari perhatian pemerintah yang melakukan promosi besar-besaran terhadap kopi liberika. Berkat peran pemerintah provinsi, sekarang petani kopi liberika bisa lebih fokus untuk membudidayakan dan menghasilkan kopi liberika yang berkualitas, sebab  Dinas Perkebunan Provinsi Jambi telah membuat sebuah program yang menciptakan brand produk yang dinamakan Liberica Tungkal Komposit atau LIBTUKOM. Melalui Program ini, pemerintah siap menampung kopi dari para petani dalam jumlah yang besar untuk di pasarkan kembali di dalam negeri maupun luar negeri.


Bagi anda yang ingin mencoba Kopi Liberika, sepertinya anda harus datang langsung ke kebun kopinya karena saat ini saya belum menemukan toko yang menjual Kopi Liberika secara Online. Perkebunan kopi liberika berpusat  di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebuah kabupaten yang berjarak 2 jam perjalanan darat dari Kota Jambi.

Jenis-Jenis Grinder Kopi

Ada banyak hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesempurnaan pada secangkir kopi. Salah satunya adalah dengan mengetahui tekhnik penyeduhan yang baik dan benar. Nah, perlu diketahui pula bahwa dalam tekhnik penyeduhan, coffee maker bukanlah satu-satunya alat yang mempengaruhi kenikmatan kopi. Salah satu alat yang turut mempengaruhi kenikmatan kopi adalah Grinder, alat yang berfungsi untuk menggiling Roasted Bean menjadi Ground Coffee.

Kenapa Harus Punya Grinder ?

Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa anda harus memiliki grinder. Pertama, untuk medapatkan kopi yang fresh, biji kopi harus digiling sesaat sebelum penyeduhan dimulai. Kedua, untuk menemukan hasil yang sempurna, setiap alat seduh membutuhkan ukuran bubuk kopi yang berbeda satu sama lainnya. Contohnya French Press dan Vietnam Drip, dua coffee maker ini membutuhkan bubuk kopi dalam ukuran yang kasar sedangkan alat seduh lain seperti Ibrid dan mesin espresso membutuhkan ukuran bubuk kopi yang sangat halus.

Tingkatan Ukuran Bubuk Kopi

Setelah menyadari betapa pentingnya memiliki grinder, ada baiknya anda mengetahui tentang tingkatan ukuran pada bubuk kopi. Tingkatan ukuran bubuk kopi terbagi atas 7, yaitu :
  1. Extra Coarse : Ini adalah ukuran bubuk kopi yang berada di tingkatan paling atas. Ukuran bubuk kopi ini digunakan untuk metode Cold Brewing.
  2. Coarse : Ini adalah ukuran bubuk kopi yang paling kasar, ukuran bubuk kopi ini serupa dengan ukuran garam dapur kasar.Biasa digunakan pada metode kopi tetes atau Drip Methode, kecuali Vietnam Drip.
  3. Medium Coarse : Ukuran bubuk kopi ini umumnya digunakan pada alat seduh Chemex. Namun juga kerap digunakan pada Cafe Solo Brewer.
  4. Medium :  Untuk ukuran medium, biasa digunakan pada metode kopi tetes atau Drip Methode, kecuali Vietnam Drip.
  5. Medium Fine : Ukuran ini banyak digunakan dalam beberapa metode dan alat seduh. Pada ukuran ini, bubuk kopi dapat digunakan pada Pour Over, Vacuum, Moka Pot dan Siphon.
  6. Fine : Tingkatan ukuran ini digunakan pada Mesin Espresso. Ukuran bubuk kopi ini juga ideal untuk jenis penyajian kopi tubruk.
  7. Extra fine : Ini adalah ukuran bubuk kopi yang paling halus. Kopi ini hanya digunakan pada tekhnik penyeduhan menggunakan Ibrid atau yang lebih dikenal dengan nama Turk Method
Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat artikel lainnya yang berjudul Tingkatan Ukuran Pada Bubuk Kopi.

Jenis-Jenis Grinder Kopi

Sebenarnya ada banyak jenis-jenis Grinder kopi. Jenis-jenis grinder kopi biasanya dibedakan menurut perbedaan pada mata pisau yang digunakan untuk menggiling kopi. Kedua jenis grinder ini adalah grinder yang menggunakan mata pisau lurus (blade) dan yang menggunakan mata pisau melingkar bergerigi (burr). 

1. Blade Grinder

jenis-jenis grinder kopi
Grinder jenis Blade menggunakan bilah besi tajam yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk menghaluskan biji kopi. Meskipun harganya relatif terjangkau, namun grinder jenis ini memiliki kelemahan yaitu tidak memiliki sistem pengatur tingkat kehalusan kopi. Selain itu grinder ini juga tidak bisa menghaluskan biji dalam ukuran yang seragam. Dan menurut banyak penikmat kopi, gesekan antara kopi dan bilah besi pada grinder akan membuat suhu kopi menjadi meningkat, bagi sebagian penikmat kopi, kenaikan suhu akan berpengaruh pada aroma dan rasa kopi yang dihasilkan.

2. Burr Grinder

Grinder kopi yang menggunakan Burr atau mata pisau bergerigi adalah yang paling banyak digunakan karena tingkatan ukuran bubuk kopi bisa di atur sesuai dengan keinginan dan ukuran bubuk kopi yang dihasilkan lebih seragam. Sebagai bukti, anda bisa melihat gambar di bawah ini :
jenis-jenis grinder kopi
Grinder kopi yang menggunakan mata pisau bergerigi sendiri terbagi atas 2 jenis yang dibedakan menurut burr yang digunakan, yaitu :
Flat Burr
Terbagi atas 2 komponen utama, komponen pertama memiliki gerigi yang berfungsi untuk menghancurkan biji kopi, sedangkan kompenan yang satu lagi tidak memiliki duri-duri karena fungsinya adalah sebagai penopang biji kopi yang digiling oleh komponen pertama tadi.
jenis-jenis grinder kopi

Conical Burr
Grinder jenis ini juga memiliki 2 komponen utama. Bedanya, 2 komponen utama disini sama-sama berfungsi sebagai penghancur biji kopi. Komponen pertama berbentuk cincin yang didalamnya terdapat gerigi, komponen yang satunya berbentuk kerucut dan geriginya terdapat diluar. Kedua komponen utama yang terdapat pada grinder jenis ini akan membuat kinerja grinder kopi menjadi lebih cepat dan lebih baik sehingga grinder-grinder yang memiliki pisau penggiling jenis Conical Burr terbilang mahal.

Dari 2 Jenis Grinder kopi yang saya jelaskan diatas, mungkin sekarang anda sudah mulai memahami jenis grinder kopi mana yang paling tepat untuk anda gunakan. Nah untuk lebih membantu anda dalam memilih grinder kopi yang sesuai dengan budget, saya akan melanjutkan tulisan saya di posting berikutnya yang khusus mengulas tentang harga Grinder Kopi.

The Art Of Coffee Roasting

by: Catherine Olivia
 
Could there be anything better than a hot, fresh brewed cup of coffee? As you open that can of pre-ground Maxwell House Coffee, did you even know that coffee comes in different roasts? Did you know that you can roast your own coffee beans at home? If you think that the aroma of your fresh ground coffee beans can't be beat, get a home coffee roaster, you'll be in Java Heaven.  

Roasting the coffee beans is what imparts flavor. Similar to the making of a fine wine or a hand rolled cigar, some consider the roasting of coffee beans as an art. Those that describe coffee use some of the same vocabulary they use to describe wine. Depending on the roast level chosen the beans take on different flavor characteristics. The lighter the coffee bean the less flavor it will have, the darker the coffee bean the stronger the flavor it will have. 

There are generally four different categories of roast. A light roast (American) , a medium roast (Breakfast), a dark roast (French), and darkest roast (Italian or espresso). Each type of roast imparts a different appearance to the coffee beans. 

When a coffee bean is roasted to an American roast the beans will have a very light color to them and they will appear dry. A medium roasted bean, or Breakfast roast will have a rich brown color and will be oily in appearance. A French roasted coffee bean will have a very oily appearance with the beans appearing very dark brown. The darkest roasted beans or Espresso beans will appear black. 

Coffee roasting can easily be done in your home. Depending on the roast that you desire you can roast coffee in five to fifteen minutes. Green beans are available online from a number of sellers, as are coffee roasters. Choose different types of green coffees to sample. Drum roasters are very popular for use in the home. It's best to consider purchasing a roaster as it will give you the most consistent finish to your beans. Some try to roast beans in frying pans, some use hot air popcorn poppers. While each of these techniques will work, as mentioned above they don't give a consistent finish to all the beans and you will most likely be disappointed in the result. 

What Are Coffee Pods?

by: Anthony Tripodi
 
People drink coffee to stay awake and get more things done. But how can you get more things done if you’re waiting around for your coffee to brew. Oh sure you can go buy a cup of coffee but at some point you going to want a cup at home. With a coffee pod maker you’re only 30 seconds away from an excellent cup of coffee. 

Senseo was one of the first coffee pod makers available. And having sold more than 10 million units in four years Senseo is definitely here to stay. A coffee pod looks just like a round tea bag. It works like this. You fill the coffee maker with water, place a coffee pod in the receptacle, hit the button and thirty seconds later you have a great cup of coffee. A patented method that uses a special spray head and mild pressure to balance the ratio of coffee to water while brewing creates a rich frothy cup of coffee. 

If you’re looking for great tasting coffee that’s convenient and time saving then try pod coffee. Coffee pods are available in different brew strengths including dark roast, medium roast and mild roast. You can usually buy a package of 72 coffee pods for less than twenty dollars. Since you can also buy a 33 oz can of coffee grinds for about five to 10 dollars at the supermarket, coffee pods are not for budget minded coffee drinkers. That large can will definitely contain a lot more than 72 cups of coffee. But remember you’re paying a premium for a no mess, no measuring, easy cleanup, ready in thirty seconds, cup of a coffee. For some people that’s money well spent. 

Cleanup is a breeze, just discard the pod. Since the coffee grinds are enclosed in a pod instead of a filter there’s less of a chance of spilling them all over your kitchen floor. The pod receptacle is even dishwasher safe. 

Another reason to buy a coffee pod maker, especially a Senseo, is that the machines are so good looking. They are sleek, stylish and will look great on your countertop. 

Coffee isn’t just for breakfast anymore, it’s an all day long affair. Why not make coffee pods part of your daily routine? 

Archive